Tokoh yang Berjasa di Bidang Pertanian Indonesia

Sektor pertanian adalah sector yang sangat penting karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat yaitu kebutuhan pangan. Sejak zaman purba, manusia sudah mengenal cocok tanam. Seiring perkembangan zaman, pertanian semakin maju dengan ditemukannya varietas-varietas tanaman baru dan inovasi-inovasi dalam bidang pertanian. Jangan menyangka kalau Indonesia tidak turut serta dalam perkembangan pertanian modern. Tidak hanya kaya akan hasil pertanian, Indonesia juga punya penemu-penemu yang membawa inovasi baru dalam bidang pertanian. Wah, pantas saja Indonesia dijuluki negara Agraris. Berikut ini tiga contoh penemuan di bidang pertanian oleh penemu dari Indonesia:

1. Mukibat

MUKIBAT

Pak Mukibat adalah petani sederhana dari Kediri ini pada tahun 1950 menemukan sistem penanaman singkong yang revolusioner. Beliau menempelkan batang ketela pohon karet yang daunnya rimbun di atas ketela pohon biasa ( grafting ). Setelah di tanam hasilnya sangat luar biasa. Dengan sistem pemanenan berulang, sebuah ketela pohon dapat memproduksi hingga 5 kali lipat dari yang biasanya. Untuk menghormati sistem tempel pada ketela pohon saat ini secara internasional dinamai sistem Mukibat, meskipun saat ini banyak orang mengaku – aku sebagai sistem mereka dengan sedikit modifikasi dari aslinya.

2. Tjandramukti

dsc_0056

Peneliti pertanian tropis dan salah satu pelopor mixed farming yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya di desa ini, sekitar tahun 2000 berhasil menemukan varietas kedelai baru yang memiliki produktifitas yang tinggi, mencapai 3,4 ton per hektar ( salah satu yang tertinggi di daerah tropis secara internasional ), dibandingkan rata – rata nasional yang hanya 1,3 ton per hektar.

Kedelai ini memiliki ukuran besar, protein yang tinggi ( 43,9 % ), umur yang pendek ( 72 hari ), dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik di daerah tropis bila ditanam dengan best practice yang beliau kembangkan. Hasil pemurnian bertahun- tahun dalam keadaan yang terkontrol, pada akhirnya menghasilkan dua varietas kedelai unggul, yang pertama telah diserahkan kepada pemerintah daerah dan di daftarkan menjadi benih kedelai unggul nasional dengan nama Kedelai Grobogan, sedang varietas yang lain belum didaftarkan.

Selain kedelai, beliau juga menemukan konsep sumur resapan komunal untuk memanen air hujan di lahan persawahan serta metode optimalisasi tanaman subtropis di daerah tropis seperti ketela pohon, jagung, dan kedelai.

3. Ayub S. Parnata

ayub

Walau usia sudah mencapai 72 tahun, Ayub S. Parnata, penemu bakteri pupuk kompos organik seakan tak pernah kehilangan semangat. Di tengah kesibukannya mengurus anggrek, setiap bulannya ia rutin mengirim minimal 2 kontainer pupuk organik ke Cina. Jumlah itu masih ditambah dengan ½ kontainer untuk melayani permintaan dalam negri. Kalau dihitung-hitung, sekitar 64 ton pupuk cair disalurkan tiap bulan. Bersama mitra kerja asal Hongkong, Ayub mempunyai pabrik peracikan pupuk di Cina Selatan. Di sana, biang pupuk organik yang dibuat di Indonesia diubah menjadi pupuk siap pakai. Lalu dieskpor kembali ke beberapa negara di Asia, Australia dan Amerika Serikat. Di Asia, pelanggannya datang dari Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Mongolia. Permintaan konsumen terus meningkat. Peningkatan 100% per tahun untuk pasaran luar negri dan 20% dalam negri.

Keberhasilan itu bukan datang sendiri layaknya bintang jatuh. Kisahnya dimulai 1960. Saat itu, Ayub mencoba bercocok tanam jagung. Sayang produksinya amat minim, tidak sampai 750 kg/ha. Kenyataan ini menggelitik lulusan Hogere Burgerschool itu untuk meneliti penyebabnya. Hasil pengamatannya menunjukkan, penyebab produksi minim karena efek samping penggunaan kimia dari pupuk yang tidak terserap efektif oleh tanaman sehingga hanya tersimpan di dalam tanah. Untuk menguraikan lagi, harus dengan bantuan jasad renik. Dari hasil analisis, diketahui pada tanah subur selalu ditemukan Pseudomonas putida dan Pseudomonas fluorescens. Dua jasad renik itulah yang harus didapatkan untuk dimasukkan ke tanah yang rusak. Pencarian jenis jasad renik itulah yang memakan waktu lama. Mencari di alam hingga membiakkan dengan media agar (jel) bukanlah proses mudah. “Seperti orang buta yang mencari-cari, tanpa ada satu buku pun yang menuntun”, ujar Ayub melukiskan betapa sulitnya pencarian itu.

Incoming search terms:

  • tokoh pertanian indonesia
  • tokoh pertanian
  • orang yang berjasa dalam bidang pangan dan pertanian adalah
  • tokoh yang berjasa dalam bidang pertanian
  • tokoh pertanian nasional
  • tokoh pertanian dunia
  • tokoh yang berjasa dalam pertanian
  • Orang yang berjasa dalam bidang pangan dan pertanian
  • biografi tokoh pertanian indonesia
  • ml adalah

Written by Aziz Gigi

Nama saya Aziz. Saya anak juragan tembakau. Saya ganteng dan disukai banyak wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *